Ritual Pekarya; Raditya Dika, Agus Noor, Cak Nun, dan Jenius Dunia Lainnya

Salah besar bila penulis, pelukis, komposer, dan pekerja kreatif lainnya adalah orang yang santai dan seenaknya terhadap waktu. Kreatif memang liar. Tapi untuk menghasilkan karya kreatif, para pekarya ini sangat disiplin. Bahkan, bisa lebih disiplin dari tentara sekalipun.

Tentara didisiplinkan aturan. Entah terpaksa maupun suka rela. Eksekutif muda nan sibuk disiplin karena harus bertemu dengan banyak orang; yang memiliki kesibukan masing-masing.

Pekarya? Mereka menetapkan target karya sendiri, menciptakan aturan sendiri, dan menumbuhkan ritual sendiri. Tidak ada inspektur di belakang mereka yang siap menghukum.

Di balik kesan kreatifnya yang santai dan urakan, Agus Noor dan Raditya Dika punya kedisiplinan tingkat tinggi. Sejak belum terkenal, RD sangat disiplin. Setiap hari menulis dari pukul 11 malam hingga 1 dini hari. Apapun yang terjadi. Agus Noor yang jauh lebih senior, juga demikian. Dia menciptakan ritual menulis sejak dia hanya punya mesin ketik. Mengunci diri di kamar pukul 8 – 10 malam tanpa ada yang boleh mengganggu. Termasuk Tuhan.

Dari wawancaranya di majalah Hai 2013, saya tahu bagaimana keseharian RD. Mengintip dapur rahasia kegemilangannya. RD menulis 2 -3 jam per hari. Membaca 1 – 3 jam. Ngetwit kreatif 7x sehari. Melatih kemampuan stortell secara oral 3 jam setiap hari.

“Apapun hasilnya, sentah sinopsis, cerita 1 – 2 halaman, gue selalu nulis setiap tidur.”, tutur RD membongkar ritual berkaryanya. “Bahkan, akhir-akhir ini gue nulis sampai subuh.” Luar biasa bukan daya tahan menulisnya? Tapi sepertinya belum ada apa-apa dibanding Cak Nun. Wartawan yang kini menjadi budayawan.

Cak Nun terbiasa menulis dengan gangguan. Obrolan dan tawa kawan-kawannya, keluhan warga sekitarnya, atau orang yang datang jauh-jauh meminta bantuannya. Sejak dulu, Cak Nun sudah menjadi tumpuan bagi orang-orang sekitarnya. Beliau pernah mempunyai bengkel, peternakan, untuk membantu hajat hidup orang banyak. Luar biasa sibuk tapi tetap tak kehilangan akarnya: menulis. Gimana bagi waktunya tuh?

Mungkin untuk meniru Cak Nun, kita tak hanya peduli soal bagi waktu. Tapi juga bagi energi. Kita mesti memiliki stamina tinggi. Cak Nun pernah menulis hingga larut malam. Lalu datang kawan-kawan senimannya mengajak bermain kartu. Beliau menemaninya hingga pagi menjelang. Saat kawan-kawannya tepar, tidur karena mata tak kuat, apa yang dilakukan Cak Nun? Istirahat? Tidak. Dia lanjut nulis. Hajar terus!

Terus kapan tidurnya? Berikut pengakuan Cak Nun. “Saya biasa nulis sampai pagi. Tidur sebentar saat dhuha datang. Pukul setengah delapan, saya sudah bersiap-siap bekerja lagi.”

Wow! Pastinya Cak Nun juga mengolah raganya. Pasti ga kuat melek kalau gaya hidupnya hanya duduk di depan mesin ketik.

Kenapa sih saya getol pengen tahu gimana daily life dan ritual para pekarya? Karena menurut saya, kunci keberhasilan pekarya tu bukan pemahaman soal teknik, intuisi, atau bahkan keberuntungan. Ketiganya bisa dibentuk bila kita memiliki sistem hidup yang mendukung kita produktif.

ibaratnya, kita mesti menciptakan ritual sebagai mobil. Kendaraan yang memungkinkan kita berkarya lebih effortlessly. Yap. Ritual ini memang berat untuk diciptakan. Tapi setelah tercipta, kita bakal jadi keren secara otomatis. Mana yang lebih capek? Kupu-kupu yang terus menerus terbang secara random, atau kupu yang terbang dalam mobil? Kupu-kupu kedua jelas ga capek dan lebih cepat sampai tujuan. Meski di awal, dia harus invest banyak untuk menemukan mobil. Untuk menciptakan ritual.

So, masih punya pikiran,”Ah, gue kan insan kreatif. Ga banget deh ama aturan. Punya jadwal keseharian tu hanya untuk orang kaku!”

Well, coba baca tiga link berikut ini. Soal daily life and routines para pekarya kelas dunia.

http://sploid.gizmodo.com/youll-be-surprised-at-the-worlds-greatest-geniuses-d-1556947182

http://www.businessinsider.co.id/daily-routines-of-geniuses-2014-3/#.VKpIl2NHbM2

http://www.theguardian.com/science/2013/oct/05/daily-rituals-creative-minds-mason-currey

Ada banyak pencerahan yang pasti kamu dapet. Termasuk yang berkesan bagi saya. Yang dulu tipikal orang yang ga punya habit sama sekali. Bangun pagi jam berapa aja pasti berubah-ubah tiap hari. Ga normal banget. Ga kayak orang lain yang jelas kebiasannya gimana. Terutama terkait waktu. Saya biasa baca. Tapi baca jam berapa tu ga pernah jelas.

Tapi setelah baca salah satu quote dan menganalisa kehidupan para pekarya jenius, saya termotivasi untuk jadi orang yang lebih teratur. Karena emang bener, dengan teratur, kita bisa lebih kreatif.

ini quote nya. (kurang lebih)

Teraturlah, disiplinlah, (jadilah orang ‘otak kiri’), dalam keseharianmu. Supaya kau bisa liar dalam karyamu.

Iklan
Ritual Pekarya; Raditya Dika, Agus Noor, Cak Nun, dan Jenius Dunia Lainnya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s